Iklan

Apa Itu Investor? Pengertian, Tips, dan Resikonya

Jhoe Edward
Senin, 18 Juli 2022 | 14:05 WIB Last Updated 2022-11-12T15:47:40Z
Pengertian, Tips, dan Resiko Investor
 Apa Itu Investor? Pengertian, Tips, dan Resikonya


Apa itu Investor?

Kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan perlu untuk dikembangkan. Hal ini menjadi urgent, terlebih di era modern seperti sekarang ini di mana dinamika terjadi begitu cepat dan terjadi secara global. Artinya, seluruh dunia mengalami dampak dari dinamika tersebut, khususnya dalam bidang ekonomi. Begitu banyak cara yang bisa dipilih untuk memperoleh keuntungan secara ekonomi, salah satunya yang banyak digemari belakangan ini, yaitu menjadi investor.

Munculnya trend investasi yang amat pesat dalam beberapa tahun belakangan ini mengakibatkan banyak sekali orang yang tertarik untuk mencicipi dunia baru sebagai seorang investor. Bahkan ada banyak anak muda milenial yang mengikuti pelatihan tentang management finansial. Dari beberapa hal yang diajarkan dalam pelatihan semacam itu adalah membangun kesadaran mengenai urgensi investasi dan mengenal apa itu investor.

Pengertian dari Investor

Apa itu investor? Jika melihat bentuk katanya, kita bisa melihat bahwa itu adalah kata subjek atau pelaku. Investor dalam dunia keuangan adalah orang, perorangan, atau lembaga domestik maupun non-domestik yang melakukan sebuah investasi, entah itu dalam jangka panjang maupun jangka pendek yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.


Perkembangan Jumlah Investor di Indonesia

Pada tiga tahun belakangan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan adanya gelombang investor newbie yang kebanyakan berasal dari rentang usia 25 tahun ke bawah. Lebih lanjut, ada lebih dari 70% banyaknya investor yang usianya di bawah usia 40 tahun di pasar modal. Melihat hal tersebut menandakan bahwa era anak muda Indonesia mulai mencari tahu apa itu investor, dan menyadari bahwa investasi merupakan bagian dari ilmu mengelola keuangan pribadi dengan baik.

Dikutip juga dari data di BEI, total investor di Negara Indonesia di tahun 2021 meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2020. Berdasarkan catatan tersebut, disimpulkan bahwa banyaknya investor di Indonesia dihitung sejak tanggal 31 Agustus 2021 mengalami peningkatan mencapai angka 2.219.712.

Lalu jika dihitung secara keseluruhan, bisa kita lihat bahwa jumlah investor yang ada di Indonesia saat ini ada di angka 6.100.525. Adanya Pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir, diperkirakan jadi salah satu sebab adanya kenaikan jumlah investor. Penerapan protocol kesehatan secara ketat dan adanya pembatasan mobilitas, orang-orang kemudian mencoba mencari tahu banyak hal baru, salah satunya yaitu mencari tahu apa itu investor, bagaimana caranya berinvestasi dan menjadi investor.

Tips-Tips Melakukan Investasi

Secara general, seorang investor yang masih pemula tentu banyak menemukan kebingungan ketika memulai investasi, bahkan jika itu adalah investasi yang mudah. Maka dari itu, selain mempelajari hal dasar seperti memahami apa itu investor, kita juga perlu tahu apa saja tips dalam melakukan investasi bagi para pemula yang bisa diterapkan supaya kita bisa memulai investasi tanpa ada keraguan. Apa sajakah itu? Mari kita simak:

1. Menentukan Tujuan Investasi

Setelah paham betul tentang apa itu investor dan investasi, kita wajib menentukan apa tujuan kita melakukan investasi sejak awal. Sebagai contoh, ketika kita merencanakan persiapan dana darurat, ingin pergi berlibur bersama keluarga tercinta, menyusun acara pernikahan idaman di usia 27 tahun, bisa membeli mobil impian di usia muda, atau bisa membayarkan biaya untuk naik haji orang tua kita. Tentu ini akan menjadi kebanggaan tersendiri.

Tujuan dari investasi adalah supaya kita dapat membangun komitmen dalam meraih impian kita. Tanpa kita memiliki tujuan yang jelas, maka bukan tidak mungkin kita akan kehilangan motivasi yang penting, inkonsisten dalam melakukan investasi, dan tidak ada kejelasan mengenai tujuan dalam mengalokasikan dana investasi.

2. Dapat Memperkirakan Alokasi Dana untuk Investasi 

Setelah kita bisa menentukan apa tujuan kita berinvestasi, lalu kita perlu me-manage alokasi dana investasi dan berapa lama jangka waktu investasi hingga mencapai tujuan yang kita putuskan di awal. Selain itu, kita juga perlu yakin dengan jumlah dana yang sudah kita miliki saat ini. Setelah itu, kita akan dengan mudah memperkirakan berapa lama jangka waktu investasi-nya.

Sebagai contoh, ketika kita berencana membayar down payment (DP) rumah impian senilai Rp 50 juta dan memiliki gambaran untuk membeli rumah tersebut dalam tiga tahun dari sekarang. Untuk bisa melakukannya, kita harus menghitung berapa dana yang sudah tersedia saat ini. Baru kemudian, kita bisa memutuskan berapa jumlah alokasi dana agar dapat mencapai tujuan investasi sejalan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Dengan menerakan hal tersebut, kita akan bisa konsisten dalam membagi alokasi dana investasi untuk membayar DP rumah yang kita impikan.


3. Rutin Melakukan Investasi Setiap Bulan

Secara umum, investor yang masih newbie merasa bisa mengandalkan gaji bulanan mereka untuk meraih mimpi di masa yang akan datang. Saat melakukan investasi, selain memahami apa itu investor, kita harus bisa mengalokasikan beberapa penghasilan untuk bisa investasi secara benar dan terus menerus. 

Itulah yang menjadi senjata paling ampuh dalam praktek investasi. Kita bisa sesuaikan kemampuan finansial kita supaya bisa memenuhi kebutuhan harian dan bisa rutin melakukan investasi. Jangan beranggapan bahwa investasi tanpa rencana dan perhitungan yang matang akan berhasil.

Kita bisa jadikan investasi sebagai rutinitas setiap bulan yang akan memungkinkan kita untuk dapat terus melakukan investasi meski berapa pun jumlahnya. Bagi seorang pegawai yang mendapatkan gaji tiap awal bulan, maka kita bisa menggunakan pola investasi yang dilakukan pada awal bulan. 

Dengan cara itu, kita tidak perlu beresiko dan mengandalkan sisa uang akhir bulan untuk melakukan investasi. Dengan kata lain, investasi adalah prioritas pengeluaran pada saat penerimaan gaji. Penerapan investasi secara rutin, membuka kesempatan luas untuk kita bisa meraih impian dan sampai pada kebebasan finansial di masa depan.

Banyak Belajar untuk Terhindar dari Kerugian

Meniti jalan menuju kesejahteraan tanpa dibarengi dengan usaha untuk belajar dan berdoa hanya akan membuat kita sengsara di kemudian hari. Maka dari itu kita harus mau belajar dari awal. Dalam hal investasi, kita perlu belajar tentang hal dasar seperti mengetahui apa itu investor? Kemudian selangkah demi selangkah, mulai dari mempelajari tips investasi, hingga sampai pada pemahaman tentang resiko-resiko dalam berinvestasi. 

Dengan mengetahui resiko apa yang akan terjadi tentu kita akan bisa dengan mudah mengidentifikasi bahaya sejak dini, dan akan mampu memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk menanggulanginya.

Salah satu resiko yang paling banyak terjadi adalah kerugian dalam jumlah besar yang diakibatkan oleh ketidaktahuan tentang situasi perekonomian global. Di mana kita tahu bahwa kondisi tersebut tentu akan sangat berpengaruh dalam nilai investasi. 

Kita juga seringkali enggan untuk belajar mengenai investasi kepada ahlinya dan hanya mengandalkan pengetahuan minim yang didapatkan dari internet. Maka dari itu, hal yang paling mendasar sebelum benar-benar terjun dalam dunia investasi adalah belajar tentang investasi dari ahlinya atau yang sudah berpengalaman. Tujuannya supaya yang kita dapatkan adalah keuntungan, bukan kebuntungan.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Apa Itu Investor? Pengertian, Tips, dan Resikonya

Trending Now